Doa dan Adab Islami Saat Wisata Bunaken di Laut Lepas
Bunaken bukan sekadar destinasi snorkeling dan diving biasa. Taman laut nasional yang terletak di Sulawesi Utara ini menyimpan keindahan bawah laut yang membuat siapa pun terpukau — dan justru di sinilah seorang Muslim diajak untuk semakin bersyukur atas ciptaan Allah yang luar biasa. Doa saat berwisata ke laut bukan formalitas, melainkan bentuk kesadaran bahwa setiap perjalanan membutuhkan perlindungan dari-Nya.
Tidak sedikit wisatawan Muslim yang antusias menjelajahi Bunaken tanpa bekal adab dan doa yang memadai. Padahal, laut adalah alam yang memiliki sisi tak terduga — ombak, arus, dan kondisi cuaca bisa berubah sewaktu-waktu. Islam justru hadir sebagai panduan lengkap, termasuk ketika kita berada di tengah lautan yang luas.
Menariknya, banyak ulama menekankan bahwa perjalanan wisata pun termasuk dalam kategori safar yang memiliki tuntunan khusus. Jadi, sebelum Anda terjun ke perairan jernih Bunaken, ada beberapa hal yang layak dipahami dan diamalkan.
Doa Islami yang Dibaca Saat Berwisata ke Laut Bunaken
Doa Sebelum Berangkat dan Menaiki Kapal
Perjalanan menuju Bunaken biasanya dimulai dengan menaiki kapal dari Manado. Di sinilah waktu yang tepat untuk membaca doa naik kendaraan laut sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an:
“Bismillahi majraha wa mursaha, inna rabbi laghafururrahim.”(QS. Hud: 41)
Artinya: “Dengan nama Allah, berlayar dan berlabuhnya kapal ini. Sungguh, Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Doa ini bukan sekadar ritual, tapi bentuk tawakal nyata sebelum kita menyerahkan keselamatan kepada Allah. Banyak orang yang melewatkan momen ini karena terburu-buru mengambil foto di atas dek, padahal doa ini bisa dibaca dalam hitungan detik.
Doa Ketika Melihat Keindahan Alam Bawah Laut
Saat Anda menyelam atau snorkeling dan melihat hamparan terumbu karang serta ribuan ikan warna-warni Bunaken, reaksi pertama semestinya adalah tasbih dan takjub kepada Sang Pencipta. Ucapkan:
“Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah, Allahu Akbar.”
Kalimat ini bukan sekadar dzikir biasa — ini adalah pengakuan bahwa keindahan Bunaken bukan tujuan akhir, melainkan jalan menuju rasa syukur yang lebih dalam. Dzikir di alam terbuka memiliki bobot tersendiri karena kita sedang langsung berhadapan dengan tanda-tanda kebesaran Allah.
Adab Islami yang Harus Dijaga Selama Wisata Laut
Menjaga Aurat dan Pakaian yang Syar’i
Ini bukan topik yang mudah dibahas, tapi justru sering diabaikan. Wisata bahari memang identik dengan pakaian renang minim, namun seorang Muslim tetap memiliki panduan. Muslimah bisa menggunakan baju renang muslimah atau burkini yang kini tersedia dalam berbagai model modern dan nyaman untuk snorkeling. Laki-laki pun dianjurkan menutup aurat minimal hingga lutut, bukan celana renang ketat yang terlalu terbuka.
Adab berpakaian ini bukan soal kaku atau tidak menikmati liburan — justru banyak wisatawan yang merasa lebih percaya diri dan nyaman ketika berpakaian sesuai tuntunan agama.
Tidak Merusak dan Menjaga Alam sebagai Amanah
Dalam Islam, alam adalah amanah dari Allah yang wajib dijaga. Di Bunaken, ini berarti tidak menyentuh atau mematahkan karang, tidak membuang sampah ke laut, dan tidak mengganggu ekosistem ikan. Rasulullah SAW melarang keras merusak tanaman dan lingkungan, dan prinsip ini berlaku penuh di lingkungan laut.
Wisata yang bertanggung jawab secara Islami justru selaras dengan prinsip konservasi lingkungan modern. Jadi, menjaga Bunaken bukan hanya soal aturan taman nasional, tapi juga bentuk ibadah nyata.
Kesimpulan
Wisata ke Bunaken bisa menjadi pengalaman spiritual yang mendalam jika dilakukan dengan bekal doa dan adab Islami yang benar. Dari doa menaiki kapal, dzikir saat menyaksikan keajaiban laut, hingga menjaga aurat dan tidak merusak alam — semua itu adalah wujud keislaman yang hidup, bukan sekadar rutinitas di atas sajadah.
Perjalanan yang dibingkai dengan nilai-nilai Islam tidak akan mengurangi kesenangan, justru menambah dimensi makna yang tidak didapat dari wisata biasa. Bunaken mengajarkan bahwa laut luas di hadapan kita adalah ayat Allah yang nyata — dan tugas kita adalah membacanya dengan hati yang bersyukur.
FAQ
Doa apa yang dibaca saat naik kapal untuk wisata laut?
Doa yang dianjurkan saat menaiki kapal adalah QS. Hud ayat 41: “Bismillahi majraha wa mursaha, inna rabbi laghafururrahim.” Doa ini memohon perlindungan Allah selama perjalanan laut berlangsung.
Apakah boleh snorkeling atau diving bagi Muslim dengan tetap menutup aurat?
Boleh, dan justru dianjurkan tetap menjaga aurat. Tersedia pakaian renang muslimah atau burkini yang dirancang khusus untuk aktivitas air sehingga tetap nyaman dan sesuai syariat selama snorkeling di Bunaken.
Bagaimana adab Islam terkait menjaga lingkungan laut saat wisata?
Islam mengajarkan larangan merusak alam sebagai bagian dari amanah Allah kepada manusia. Saat wisata laut, hal ini diwujudkan dengan tidak menyentuh terumbu karang, tidak membuang sampah ke laut, dan tidak mengambil biota laut secara sembarangan.








