
Pentingnya mengetahui adab siswa terhadap guru, kenapa ilmu yang kamu pelajari di kelas rasanya sulit sekali masuk ke otak, padahal kamu sudah mencatat semuanya?
Mungkin masalahnya bukan pada kecerdasanmu atau cara mengajar gurunya. Masalahnya bisa jadi ada pada sikapmu. Di masa SMP, masa transisi dari anak-anak menuju remaja, ego seringkali melambung tinggi. Kamu mulai merasa tahu segalanya, dan sering meremehkan nasihat orang tua, termasuk guru di sekolah. Padahal, keberkahan ilmu itu letaknya ada pada rasa hormat. Tanpa adab yang benar, ilmu hanyalah sekumpulan informasi kosong yang tidak membawa manfaat.
Jangan Memotong Pembicaraan, Dengarkan Sampai Tuntas
Bayangkan jika kamu sedang asyik bercerita tentang game terbaru atau kejadian lucu di kantin, lalu tiba-tiba temanmu memotong dan mengalihkan topik begitu saja. Kesal, kan? Begitulah perasaan gurumu ketika beliau sedang menjelaskan materi di depan kelas, dan kamu sibuk berbisik dengan teman sebangku atau bahkan menyela penjelasannya dengan komentar yang tidak perlu.
Adab siswa terhadap guru yang paling mendasar adalah mendengarkan. Telingamu harus “dipinjamkan” sepenuhnya saat guru berbicara. Ini bukan soal patuh buta, tapi soal menghargai waktu dan energi yang beliau keluarkan untuk mentransfer ilmu kepadamu. Jangan potong kalimatnya. Simpan pertanyaanmu, catat dulu, dan angkat tanganmu saat sesi tanya jawab dibuka. Itu baru namanya siswa cerdas yang berkelas.
Ucapkan Salam dan Jaga Bahasa Tubuh
Melihat guru di lorong sekolah atau di parkiran motor bukan alasan untuk pura-pura tidak melihat atau malah buang muka. Hampiri beliau. Sapa dengan tegas dan sopan. “Selamat pagi, Pak,” atau “Assalamualaikum, Bu,” sambil sedikit membungkukkan badan atau mencium tangan adalah gestur kecil yang dampaknya besar.
Perhatikan juga bahasa tubuhmu saat berbicara. Jangan melipat tangan di dada itu tanda arogansi. Jangan memasukkan tangan ke saku celana saat dinasihati. Tatap matanya dengan pandangan hormat, bukan pandangan menantang. Kamu harus sadar bahwa di hadapanmu adalah orang tua kedua di sekolah. Sikap tubuhmu mencerminkan siapa dirimu yang sebenarnya.
Tidak Membicarakan Aib Guru di Belakang
Ini penyakit paling umum di kalangan anak SMP, ghibah guru di grup WhatsApp atau saat nongkrong di kantin.
“Eh, Pak Budi tuh kalau ngajar ngebosenin banget ya, bajunya itu-itu lagi.”
Hentikan kebiasaan ini sekarang juga. Guru juga manusia biasa yang punya kekurangan, mungkin beliau sedang lelah atau punya masalah pribadi. Membicarakan keburukan guru tidak akan membuat nilai matematikamu naik. Justru, itu mengikis rasa hormat di hatimu sendiri. Kalau kamu tidak hormat, bagaimana ilmunya mau masuk? Tutup mulutmu dari celaan. Jika ada cara mengajar yang kurang pas, sampaikan lewat perwakilan kelas dengan bahasa yang santun, bukan dijadikan bahan tertawaan.
Mengerjakan Tugas Tepat Waktu Tanpa Banyak Alasan
Adab itu bukan cuma soal sopan santun saat bertemu muka, tapi juga soal tanggung jawab. Saat guru memberikan tugas, itu adalah amanah. Menunda-nunda pekerjaan rumah (PR) dengan alasan “lupa” atau “tertinggal” adalah bentuk penghinaan halus terhadap waktu yang diberikan guru.
Jangan jadi siswa yang hobi mencari alasan. Kerjakan tugasmu. Jika memang belum paham, tanyakan sebelum tenggat waktu berakhir. Menyerahkan tugas tepat waktu menunjukkan bahwa kamu memprioritaskan pelajaran tersebut dan menghargai upaya guru dalam menilai pekerjaanmu. Ingat, guru memeriksa ratusan tugas, bukan cuma punyamu. Jangan tambah beban mereka dengan keterlambatanmu yang tidak perlu.
Mendoakan Kebaikan Bagi Guru
Pernahkah kamu menyelipkan nama gurumu dalam doamu? Mungkin terdengar asing, tapi ini adalah adab siswa terhadap guru yang paling tinggi levelnya. Doakan agar mereka sehat, sabar menghadapi kenakalanmu dan teman-temanmu, serta diberkahi ilmunya.
Hubungan batin antara murid dan guru itu kuat. Ketika kamu mendoakan gurumu, hati gurumu akan melunak. Ilmu yang beliau sampaikan akan mengalir lebih mudah ke dalam pemahamanmu. Jangan remehkan kekuatan doa ini. Mulailah hari ini, sebut nama wali kelasmu atau guru mata pelajaran yang paling sulit kamu pahami dalam doamu. Rasakan perbedaannya.
